Selamat Datang di Kabupaten Grobogan, Kami Menantikan Partisipasi Saudara Guna Mengembangkan Potensi Yang Ada. Maaf lama tidak aktif...masih bertahan di grobogantoday.blogspot.com

Senin, 20 Juli 2009

Dinkes Upayakan Fika Ditangani RS Kariadi



GROBOGAN- Dinas Kesehatan Grobogan mengupayakan jalur khusus untuk merujuk Fika Alifiyah (1 tahun 2 bulan), warga Dusun Ngerdemak, Desa Nampu, Karangrayung ke RS Kariadi Semarang.

Penderita hydrocephalus butuh penanganan lanjutan, meski sekarang masih di rawat di rumah sakit setempat. Namun sejauh ini, Dinkes kesulitan merujuk putri pasangan Tardi (32) dan Suyati (28) itu ke RS luar daerah, karena tidak adanya kartu Jamkesmas.

’’Jamkesmas menjadi salah satu syarat agar pasien tidak mampu mendapat pengobatan gratis. Informasi sementara, keluarga Fika baru mengurus kartunya, tetapi kan butuh waktu lama,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan Grobogan, dokter Bambang Pudjianto, melalui Kabid P2PL dokter Johari Angkasa, kemarin.

Prosedur pengurusan Jamkesmas sangat tidak memungkinkan lagi, melihat kondisi Fika. Bocah tersebut harus dirujuk secepatnya ke RS Dokter Kariadi supaya segera mendapat penanganan lanjutan.

Dinkes berupaya menggunakan pendekatan jalur khusus melalui bupati untuk kemungkinan menanggung biaya perawatan berobat Fika. Jalur yang sama pernah dilakukan untuk pemisahan bayi kembar siam asal Ngrandah, Toroh, yakni Jamil dan Fahmi.
Dua Meninggal Diakui temuan penderita hydrocephalus di Grobogan lumayan banyak. Data Dinas Kesehatan tahun 2008 menyebutkan, 16 balita lahir mengidap penyakit yang disebabkan virus toxoplasma . Dua balita meninggal akibat penyakit pembesaran kepala.

Dia mengatakan, tidak semua penderita menjalani operasi. Hanya delapan yang sudah dioperasi, tujuh lainnya terlambat mendapat penanganan dan tak bisa dioperasi.

Disebutkan, tingginya risiko penyakit diketahui sejak FKM Undip mengadakan penelitian penyebaran toxoplasma di Grobogan tahun 2004. Hasilnya penyebaran, virus yang menular dari hewan peliharaan seperti kucing, unggas dan anjing ini sangat tinggi.

Kasi Kesehatan Ibu dan Anak, dokter Mei Hartuti menambahkan, kesadaran masyarakat untuk menjalankan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti mencuci tangan dengan sabun, harus ditingkatkan untuk melawan toxoplasma. (H41-18)
Suara Merdeka,
Semarang & Sekitarnya, 01 Juli 2009

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Berita Populer Minggu Ini