Selamat Datang di Kabupaten Grobogan, Kami Menantikan Partisipasi Saudara Guna Mengembangkan Potensi Yang Ada. Maaf lama tidak aktif...masih bertahan di grobogantoday.blogspot.com

Kamis, 17 Februari 2011

Satu lagi Warga Karangjati-Karangrayung bunuh diri

SULISTARI Binti DASIMIN (22th) warga Dusun Karangjati RT 04 RW 09 Desa Mojoagung Kec. Karangrayung meninggal dunia akibat Gantung Diri pada hari Rabu tanggal 16 Pebruari 2011, sekitar jam 16.30 WIB. Kejadian ini diketahui suaminya ARIFIN  BIN MARMIN (27 th) dan ibunya SUPARTI BINTI MUSTOPO.


Setelah diadakan pemeriksaan dari Tim Muspika dan Tim Medis Puskesmas Karangrayung I, korban meninggal dunia murni gantung diri, pada alat kelamin korban mengeluarkan cairan dan lidah menjulur ke atas, serta tidak ditemukan adanya unsur penganiayaan.
Diperkirakan korban nekat gantung diri di rumahnya dengan alat seutas tali plastik  di pengeret rumah sendiri
karena  korban mengidap penyakit epilepsi sudah menjalani pengobatan rutin tapi tidak kunjung sembuh. 
 

Epilepsi tak sembuh, Sulistari pilih ngendhat

Grobogan (Espos)–Putus asa dengan penyakit epilepsy yang tak kunjung sembuh, Sulistari, 22, warga Dusun Karangjati RT 4, RW IX, Desa Mojoagung, Kecamatan Karangrayung nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri, Rabu (16/2) petang.
Informasi yang diperoleh Espos menyebutkan, korban ditemukan tewas dengan cara gantung diri menggunakan seutas tali plastik yang diikatkan pada blandar rumah.
Perbuatan nekat Sulistari kali pertama diketahui suaminya sendiri, Arifin yang terkejut mendapati rumah dalam kondisi sepi tanpa ada tanda-tanda kehidupan.
Karena curiga, Arifin kemudian mencari keberadaan isterinya yang memang sudah sering mengeluh soal penyakit epilepsi yang diderita sejak korban masuk SMA tersebut.
“Setelah dicari, ternyata isteri saya sudah tidak bernyawa dalam kondisi gantung diri menggunakan tali plastik yang diikatkan ke blandar ruang tengah rumah kami,” tuturnya.
Menurut keluarganya, Sulistari memang menderita epilepsi sejak masuk SMA. Keluarga sebenarnya sudah berusaha mengobati korban dengan membawa ke dokter maupun rumah sakit namun tidak kunjung sembuh.
Arifin mengaku tidak menyangka jika penyakit epilepsi yang tak kunjung sembuh kendati sudah beberapa kali coba diobati membuat isterinya putus asa dan akhirnya mengakhiri hidup dengan cara gantung diri.
Warga yang mendengar ada orang bunuh diri dengan cara menggantung kemudian melaporkannya ke pemerintah desa setempat yang dilanjutkan laporan ke kecamatan dan polisi.
Bersama warga, petugas kemudian menurunkan jasad korban dengan melepas tali plastik yang terikat ke blandar rumah. Tim medis kemudian melakukan pemeriksaan atas jenazah korban.
“Dari pemeriksaan tim medis Puskesmas Karangrayung dan petugas atas jenazah korban, maka tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan. Sehingga kematian korban murni bunuh diri, diduga karena putus asa atas penyakit yang dideritanya,” tegas Camat Karangrayung Mundakar Sos.
rif, SoloPos

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Berita Populer Minggu Ini