Sri Sumarni resmi berhenti sebagai Ketua dan anggota DPRD Grobogan. Demikian pula Edy Maryono sebagai anggota DPRD Grobogan dan Ketua Fraksi PKB. Hal ini berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Tengah No. 170/48/2015 tentang Peresmian Pemberhentian Antar waktu Anggota DPRD Kab. Grobogan dan Keputusan Gubernur Jawa Tengah No. 170/49/2015 tentang Peresmian Pemberhentian Ketua DPRD Kab. Grobogan Masa Keanggotaan 2014-2019 tertanggal 7 Oktober 2015.
Berhentinya dua politisi yang saat ini jadi salah satu pasangan peserta Pilkada itu dari parlemen karena terbentur aturan. Dimana, anggota DPRD yang maju sebagai peserta Pilkada harus berhenti dari jabatannya.
Berhentinya dua politisi yang saat ini jadi salah satu pasangan peserta Pilkada itu dari parlemen karena terbentur aturan. Dimana, anggota DPRD yang maju sebagai peserta Pilkada harus berhenti dari jabatannya.
Pelepasan Sri-Edy dari parlemen dilakukan sebelum acara sidang paripurna, siang tadi Kamis (15/10/2015) Bupati Grobogan Bambang Pudjiono berserta Wakil Bupati Icek Baskoro hadir dalam kesempatan itu. Terlihat pula para pimpinan FKPD setempat dalam rapat tersebut.
Saat menyampaikan kata perpisahan, Sri Sumarni mengaku cukup berat harus meninggalkan gedung DPRD Grobogan. Sebab, selama 10 tahun dia sudah menjadi bagian disitu.
“Apa boleh buat. Karena konsekuensinya memang harus berhenti maka harus dijalani,” kata Ketua DPC PDIP Grobogan itu.
Sri juga mengucapkan banyak terima kasih kepada rekan kerjanya, pihak eksekutif dan para pimpinan FKPD atas jalinan kerja sama selama ini. Dia berharap, meski sudah tidak ngantor di dewan, tetap diterima untuk bersilaturahmi dengan mereka semua.
Dengan lengsernya Sri Sumarni, Wakil Ketua DPRD Grobogan HM Nurwibowo mendapat amanat menjabat Plt Ketua DPRD Grobogan. Sedangkan posisi Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa yang ditinggalkan Edy selanjutnya dipercayakan pada Agus Dwi Priyanto.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar