Diceritakan dari Ibnu Hajar bahawa serombongan orang dari kalangan Tabi'in pergi berziarah ke rumah Abu Sinan. Baru sebentar mereka di rumah itu, Abu Sinan telah mengajak mereka untuk berziarah ke rumah jirannya.
"Mari ikut saya ke rumah jiran untuk mengucapkan ta'ziah atas kematian saudaranya." kata Abu Sinan kepada tetamunya.
Sesampainya di sana, mereka mendapati saudara si mati senantiasa menangis karana terlalu sedih. Para tetamu telah berusaha menghibur dan membujuknya agar jangan menangis, tapi tidak berjaya.
"Apakah kamu tidak tahu bahwa kematian itu suatu perkara yang mesti dijalani oleh setiap orang?" tanya para tetamu.
"Itu aku tahu. Akan tetapi aku sangat sedih kerana memikirkan siksa yang telah menimpa saudaraku itu." jawabnya.
"Apakah engkau mengetahui perkara yang ghaib?"
"Tidak. Akan tetapi ketika aku menguburkannya dan meratakan tanah di atasnya telah terjadi sesuatu yang menakutkan. Ketika itu orang-orang telah pulang, tapi aku masih duduk di atas kuburnya. Tiba-tiba terdengar suara dari dalam kubur "Ah....ah....Mereka tinggalkan aku seorang diri menanggung siksa. Padahal aku mengerjakan puasa dan solat". Jeritan itu betul-betul membuatku menangis kerana kasihan. Aku coba menggali kuburnya semula kerana ingin tahu apa yang sudah terjadi di dalamnya. Ternyata kuburan itu telah penuh dengan api dan di leher si mayat ada rantai dari api. Kerana kasihan kepada saudara, aku cuba untuk melepaskan rantai itu dari lehernya. Apabila aku hulurkan tangan untuk membukanya, tanganku terbakar."
Tampilkan postingan dengan label Kisah-kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah-kisah. Tampilkan semua postingan
Selasa, 29 Desember 2009
WANITA BERTANGAN LUMPUH Berdermalah selagi kalian mampu
Pada suatu
hari pernah seorang wanita yang lumpuh tangan kanannya menghadap Nabi S.A.W
seraya berkata : "Ya Nabiyallah, kumohon sudilah kiranya baginda memohon
kepada Allah SWT agar Dia menyembuhkan tangan kananku yang lumpuh ini!"
Nabi S.A.W bertanya kepadanya : "Apakah yang menjadikan
tanganmu lumpuh ?"
"Ya, Nabiyallah, pada suatu malam aku bermimpi
seakan-akan hari kiamat telah tiba. Neraka Jahannam yang apinya menyala-nyala
tergambar dengan jelas dalam impianku, begitu juga surga. Namun betapa hati
merasa sedih ketika aku melihat ibuku berada di neraka Jahannam. Dia memegang
sepotong lemak dan selembar kain serbet. Dengan sepotong lemak dan selembar
kain serbet itulah ibuku nampak bersusah payah menghalangi panasnya jilatan api
neraka Jahannam. Maka aku segera menyapa ibuku : "Aduh ibu, mengapa ibu
berada di jurang neraka Jahannam ini ? Padahal setahuku, ibu dulu rajin
beribadah kepada Allah SWT, dan ayahpun nampaknya meridhai kebaktianmu ?"
Minggu, 27 Desember 2009
RAHASIA KHUSYUK DALAM SHOLAT
Seorang ahli ibadah bernama Isam bin Yusuf, dia sangat warak dan sangat khusyuk solatnya. Namun dia selalu khuatir kalau-kalau ibadahnya kurang khusyuk dan selalu bertanya kepada orang yang dianggapnya lebih ibadahnya, demi untuk memperbaiki dirinya yang selalu dirasakan kurang khusyuk.
Pada suatu hari, Isam menghadiri majlis seorang abid bernama Hatim Al-Isam dan bertanya : "Wahai Aba Abdurrahman, bagaimanakah caranya tuan solat?"
Hatim berkata : "Apabila masuk waktu solat aku berwudhu' zahir dan batin."
Isam bertanya, "Bagaimana wudhu' zahir dan batin itu?"
Hatim berkata, "Wudhu' zahir sebagaimana biasa, iaitu membasuh semua anggota wudhu' dengan air.
DAPAT PAHALA HAJI MABRUR, TAPI TIDAK HAJI
Sa'id Ibnu Muhafah, Tukang Sol sepatu yang mendapatkan pahala haji mabrur, padahal ia tidak haji, suatu ketika Hasan Al-Basyri menunaikan ibadah haji. Ketika beliau sedang istirahat, beliau bermimpi. Dalam mimpinya beliau melihat dua Malaikat sedang membicarakan sesuatu.
"Rasannya orang yang menunaikan haji tahun ini, banyak sekali" Komentar salah satu Malaikat
"Betul" Jawab yang lainya.
"Berapa kira - kira jumlah keseluruhan?"
"Tujuh ratus ribu"
"Pantas"
"Eh, kamu tahu nggak, dari jumlah tersebut berapa kira - kira yang mabrur",
Selidik Malaikat yang mengetahui jumlah orang - orang haji tahun itu
"Wah, itu sih urusan Allah"
"Dari jumlah itu, tak satupun yang mendapatkan haji Mabrur"
"Kenapa?"
"Macam - macam, ada yang karena riyak, ada yang tetangganya lebih memerlukan uang tapi tidak dibantu dan dia malah haji, ada yang hajinya sudah berkali kali, sementara masih banyak orang yang tidak mampu, dan berbagai sebab lainnya'
"Terus?"
"Tapi Masih ada, orang yang mendapatkan Pahala haji mabrur tahun ini"
"Lho katannya tidak ada"
"Ya, karena orangnya tidak naik haji"
"Kok bisa"
"Begitulah"
"Siapa orang tersebut?"
"Sa'id bin Muhafah, tukang sol sepatu di kota Damsyiq"
CINTA SEJATI SEORANG IBU TERHADAP ANAK-ANAKNYA
Dia seorang wanita yang sudah tua,
namun semangat perjuangannya tetap menyala seperti wanita masih muda. Setiap
tutur kata yang dikeluarkannya selalu menjadi pendorong dan bualan orang
sekitarnya. Maklum-lah ia memang seorang penyair dua zaman, maka tidak kurang
pula bercakap dalam bentuk syair. Al-Khansa binti Amru demikianlah nama wanita
itu. Dia merupakan wanita yang terkenal cantik dan pandai di kalangan orang
Arab.
Dia pernah bersyair mengenang kematian
saudaranya yang bernama Sakhr:
“Setiap mega
terbit, dia mengingatkan aku pada si Sakhr, malang.
Aku pula masih
teringatkan dia setiap mega hilang di ufuk barat.
Kalaulah tidak
kerana terlalu ramai orang menangis di sampingku ke atas mayat-mayat mereka,
nescaya aku bunuh diriku.”
Setelah Khansa
masuk Islam, keberanian dan kepandaiannya bersyair telah digunakannya untuk
menye-marakkan semangat para pejuang Islam. Ia mempunyai empat orang putera
yang kesemuanya telah diajar ilmu bersyair dan dididik berjuang dengan berani. Kemudian
kesemua puteranya itu telah diserahkannya untuk berjuang demi kemenangan dan
kepentingan Islam.
Khansa telah
mengajar anaknya sejak kecil lagi agar jangan takut menghadapi peperangan dan
cabaran.
BELAJAR DARI BURUNG DAN CACING
Bila kita sedang mengalami kesulitan hidup karena himpitan kebutuhan materi, maka cobalah kita ingat pada burung dan cacing.
Kita lihat burung tiap pagi keluar dari sarangnya untuk mencari makan. Tidak terbayang sebelumnya kemana dan dimana ia harus mencari makanan yang diperlukan. Karena itu kadangkala sore hari ia pulang dengan perut kenyang dan bisa membawa makanan buat keluarganya, tapi kadang makanan itu Cuma cukup buat keluarganya, sementara ia harus puasa. Bahkan seringkali ia pulang tanpa membawa apa-apa buat keluarganya sehingga ia dan keluarganya harus berpuasa.
Batu dan Bisikan
Suatu ketika, tersebutlah seorang pengusaha muda dan
kaya. Ia baru saja membeli mobil mewah, sebuah Jaguar yang mengkilap. Kini,
sang pengusaha, sedang menikmati perjalanannya dengan mobil baru itu. Dengan
kecepatan penuh, dipacunya kendaraan itu mengelilingi jalanan tetangga sekitar.
Di pinggir jalan, tampak beberapa anak yang sedang
bermain sambil melempar sesuatu. Namun, karena berjalan terlalu kencang, tak
terlalu diperhatikannya anak-anak itu. Tiba-tiba, dia melihat sesuatu yang melintas
dari arah mobil-mobil yang di parkir di jalan. Tapi, bukan anak-anak itu yang
tampak melintas. Aah..., ternyata, ada sebuah batu yang menimpa Jaguar itu.
Sisi pintu mobil itupun koyak, tergores batu yang dilontarkan seseorang.
BANYAKLAH BER-ZIKIR
Diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a.. Ia berkata bahwa Rasulullah saw. Bersabda, "Sesungguhnya Allah S.W.T memiliki malaikat-malaikat yang berkeliling di jalan-jalan guna mencari hamba ahli berzikir.
Jika mereka mendapati kaum yang selalu berzikir kepada Allah S.W.T, mereka menyerunya, `Serukanlah kebutuhan kalian.' Kemudian mereka membawanya dengan sayap-sayapnya ke atas langit bumi.
Lalu mereka ditanya oleh Rabb-nya (Dia Maha Mengetahui), `Apa yang dikatakan oleh hamba-hamba-Ku?'
BAGAIMANA AKU HARUS MEMBERI TAHUMU
Alkisah ada
seorang nabi yang bersahabat dengan malaikat maut. Pada suatu hari Nabi Allah
ini berkata kepada malaikat maut, "Wahai malaikat maut, bila tiba waktunya
engkau mencabut nyawaku, maukah engkau memberitahu aku jauh-jauh hari
sebelumnya ?".
"Karena engkau nabi Allah, aku akan turuti permintaanmu
itu!" jawab malaikat maut singkat.
Singkat
cerita, setelah beberapa lama kemudian datanglah malaikat maut menjumpai sang
nabi yang saat itu sedang lesehan melepaskan lelah, "Wahai nabi Allah,
sekaranglah saatnya aku ditugaskan Allah untuk menjemputmu!"
"Hai malaikat maut, lupakah engkau akan kesepakatan
kita ? lupakah engkau akan janjimu ? Bukankah engkau telah berjanji akan
memberitahu aku terlebih dahulu sebelum saat ini tiba, mengapa engkau ingkar
janji?" tanya Nabi dengan penuh keheranan "Sebenarnya aku tidak
pernah ingkar janji, aku juga tidak lupa akan kesepakatan kita, hanya engkau
saja yang tidak menyadari."
"Maksudmu engkau telah memberitahu aku sebelumnya
?"
"Benar wahai Nabi Allah, bahkan aku berkali-kali
memberitahu dan memperingatkanmu."
"Kapan itu kau lakukan ?" tanya Nabi penuh
keheranan
"Wahai
Nabi Allah, bukankah sebulan yang lalu kau ikut memikul jenazah si fulan ?
tidak sadarkah engkau bahwa saat itu akulah yang datang ? bukankah seminggu
yang lalu kau ikut memandikan mayat si Polan ? tidak tahukah engkau bahwa saat
itu akulah yang mengunjungi ? bukankah kemarin engkau ikut menshalatkan jenazah
si anu ? lupakah engkau bahwa saat itu akulah yang bertamu ? bukankah tadi pagi
engkau ikut menguburkan si Polin ? masih belum tahu dan belum sadarkah engkau
bahwa saat itu akulah yang menjemputnya? Kalau semua itu belum cukup lalu
dengan cara bagaimana lagi aku harus memberitahumu ?" jawab malaikat tidak
kalah herannya.
ANAK KECIL YANG TAKUT API NERAKA
Dalam sebuah riwayat menyatakan bahawa ada seorang lelaki tua sedang berjalan-jalan di tepi sungai, sedang dia berjalan-jalan dia terpandang seorang anak kecil sedang mengambil wudhu' sambil menangis.
Apabila orang tua itu melihat anak kecil tadi menangis, dia pun berkata, "Wahai anak kecil kenapa kamu menangis?"
Maka berkata anak kecil itu, "Wahai pakcik saya telah membaca ayat al-Qur'an sehingga sampai kepada ayat yang berbunyi, "Yaa ayyuhal ladziina aamanuu quu anfusakum" yang bermaksud, " Wahai orang-orang yang beriman, jagalah olehmu sekalian akan dirimu." Saya menangis sebab saya takut akan dimasukkan ke dalam api neraka."
Berkata orang tua itu, "Wahai anak, janganlah kamu takut, sesungguhnya kamu terpelihara dan kamu tidak akan dimasukkan ke dalm api neraka."
Berkata anak kecil itu, "Wahai pakcik, pakcik adalah orang yang berakal, tidakkah pakcik lihat kalau orang menyalakan api maka yang pertama sekali yang mereka akan letakkan ialah ranting-ranting kayu yang kecil dahulu kemudian baru mereka letakkan yang besar. Jadi tentulah saya yang kecil ini akan dibakar dahulu sebelum dibakar orang dewasa."
Berkata orang tua itu, sambil menangis, "Sesungguh anak kecil ini lebih takut kepada neraka daripada orang yang dewasa maka bagaimanakah keadaan kami nanti?"
ABU BAKAR DENGAN TUKANG RAMAL
Abu Bakar mempunyai seorang hamba yang
menyerahkan sebagian dari pendapatan hariannya. Pada suatu hari hambanya itu
telah membawa makanan lalu dimakan sedikit oleh Abu Bakar. Hamba itu berkata:
“Kamu selalu bertanya tentang sumber makanan yang aku bawa tetapi hari ini kamu
tidak berbuat demikian.”
“Aku terlalu
lapar sehingga aku lupa bertanya. Terangkan kepada ku dimana kamu mendapat
makanan ini.”
Hamba: “Sebelum aku memeluk Islam aku menjadi tukang ramal.
Orang-orang yang aku ramal nasibnya kadang-kadang tidak dapat bayar uang
kepadaku. Mereka berjanji akan membayarnya apabila sudah memperoleh
uang. Aku telah berjumpa dengan mereka hari ini. Merekalah yang memberikan aku
makanan ini.”
Mendengar
kata-kata hambanya Abu Bakar memekik : “Ah! Hampir saja kau bunuh aku.”
Kemudian dia coba mengeluarkan makanan
yang telah ditelannya. Ada orang yang menyarankan supaya dia mengisi perutnya
dengan air dan kemudian memuntahkan makanan yang ditelannya tadi. Saran ini
diterima dan dilaksanakannya sehingga makanan itu dimuntah keluar.
Kata orang yang
mengamati : “Semoga Allah memberikan rahmat atas mu. Kamu telah bersusah payah
karena makanan yang sedikit.”
Kepada orang
itu Abu Bakar menjawab: “Aku sudah pasti memaksanya keluar walaupun dengan
berbuat demikian aku mungkin kehilangan nyawaku sendiri. Aku mendengar Nabi
berkata : “Badan yang tumbuh subur dengan makanan haram akan merasakan api
neraka.” Oleh karena itulah maka aku memaksa makanan itu keluar takut
kalau-kalau ia menyuburkan badanku.”
Abu Bakar
sangat teliti tentang haram halalnya makanan yang dimakannya.
Jangan
mendapatkan harta melalui jalan yang haram, Jangan gunakan harta yang haram
bagi diri sendiri apalagi untuk orang lain.
Kelak diyaumil
akhir akan ditanya " Dari mana kamu peroleh hartamu dan kemana kau
belanjakan "
Langganan:
Postingan (Atom)
Berita Populer Minggu Ini
-
Mohon maaf kami sampai saat ini belum memiliki dokumen sambutan tersebut.
-
SELASA, 22 NOVEMBER 2011, 15:30 WIB VIVAnews - Kepala Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) Kunt...
-
Keluarga Besar Trah Kartoyo mengadakan acara family gathering pada 6-7 Juli 2018 bertempat di Hotel Pringgosari Jl. Grojogan sewu Desa Kara...
-
Uluwatu salah satu obyek wisata di bali, dibangun di atas batukarang yang terjal dan tinggi sekitar 70 meter yang menjorok ke laut (sam...
Kategori
Kesejahteraan Rakyat
Pemerintahan
Pemerintahan Desa
Pemberdayaan
Pembangunan
Kepemimpinan
Pemilu
Kesehatan
Bencana
Wisata
Ibadah
Pendidikan
Pertanian
Alumni APDN/STPDN
Kepegawaian
Hukum
Serba serbi
Islam
PLAN Internasional
Lowongan kerja
Pemuda
Lingkungan Hidup
Kependudukan
PNPM-MP
Olah Raga
Pelayanan
Keuangan
Keluarga
Budaya Jawa
Godong
Upacara
Kisah-kisah
Kriminal
Trantibum
Ikatan Dinas
Ketahanan Pangan
PKK
Peternakan
Ekonomi
Sekretariat
Musik
Prestasi Grobogan
DWP
Perikanan
Pertanahan
Seni
Teknologi
CLTS